UNS Go To World Class University

Universitas Sebelas Maret Menuju World Class University

Latar Belakang World Class University

World Class University mempunyai pengertian yang berbeda-beda, baik target maupun criteria penilaiannya. Saat ini beberapa institusi yang telah mantap dan diakui dunia sebagai lembaga pengakreditasi world class university antara lain: THES (The Times Higher Education Supplement (THES) dengan situsnya di: http://www.thes.co.uk/; Academic Ranking of World Universities (ARWU) oleh Institute of Higher Education, Shanghai Jiao Tong University, China yang dapat dilihat di situs: http://www.arwu.org/; dan Webometric http://www.webometrics.info/).

World Class University ialah suatu ukuran yang dipakai untuk menentukan peringkat perguruan tinggi di dunia menggunakan survei yang dikenal dengan The Times Higher Education Supplement (THES) yang setidaknya 13.000 perguruan tinggi masuk dalam survey ini. Suatu survei dengan kriteria-kriteria tertentu. Adapun kriteriakriteria tersebut ialah academic peer review dengan bobot 40 %, employer review dengan bobot 10%, faculty student ratio dengan bobot 20%, citations per faculty dengan bobot 20%, international faculty dengan bobot 5%, dan international student dengan bobot 5%. Ada empat pilar kunci dari pendekatan universitas kelas dunia, yaitu research quality, teaching quality, graduate employability, dan international outlook.

INDIKATOR

Research quality ialah indikator yang menunjukkan seberapa baik publikasi hasil penelitian suatu universitas. Jika suatu universitas merupakan pusat keunggulan dari multidisiplin ilmu maka universitas tersebut akan dikenal oleh seluruh dunia karena telah berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Teaching quality ialah seberapa baik metode pengajaran yang dilakukan termasuk fasilitas pengajaran. Graduate nemployability ialah indikator yang menunjukkan seberapa baik lulusan universitas dapat bekerja dalam berbagai bidang serta seberapa besar gaji mereka. International outlook ialah indikator yang menunjukkan apakah universitas tertentu dapat berkontribusi tidak hanya bagi negaranya tetapi juga bagi negara lain yang dilihat dari proporsi mahasiswa asing, staf asing, mahasiswa pertukaran pelajar, serta kekuatan hubungan internasional dengan universitas lainnya di seluruh dunia.

Penelitian (Research) memiliki poin terbesar dalam standar World Class University.  sebuah riset dan penelitian yang berkualitas juga didukung dana penelitian yang besar. Untuk itu, universitas dituntut untuk bisa menyediakan dana untuk kegiatan tersebut baik didapat dari kerjasama atau pemberdayaan potensi lainnya.

Setelah menjadi Research University perguruan tinggi harus bisa mengkomersialkan hasil-hasil penelitian tersebut. Namun perlu ditekankan disini, bahwa bukan semata-mata income yang menjadi tujuan utama, namun income yang diperoleh dari riset yang berkualitas. Untuk mewujudkan hal itu, dibutuhkan dana yang mencukupi kegiatankegatan tersebut. Sehingga dapat mewujudkan penelitian-penelitian yang berkualitas yang bermanfaat bagi seluruh pihak.

Stanford University adalah salah satu contoh universitas di dunia yang sejak lama mampu menjadi entrepreneurial university. Sebagai universitas swasta yang tidak memperoleh dukungan dana penuh dari pemerintahnya, strategi pengembangan Stanford agak berbeda dengan beberapa state universities di Amerika.

Secara lebih terperinci Academic Ranking of World Universities (ARWU) dapat dijabarkan sebagai berikut:

Kriteria Penialain World Class University menurut THES

Menurut Ditjen Dikti sebagimana tercantum dalam surat Ditjen Dikti No.: 2045/D/T/2007 Tanggal 25 Juli 2007, terdapat 34 butir kriteria menjadi World Class University

Kriteria Penialain World Class University menurut Webometric

(Penilaian berdasarkan Website Universitas di Seluruh Dunia)

No Kriteria

Definisi

Bobot (%)

1 Size (Ukuran)

Jumlah halaman referensi tentang universitas (UNS) dan sivitas akademiknya yang dapat didapatkan melalui mesin pencari: Google, Yahoo, Live Search dan Exalead

20
2 Visibility

(Ketertampakan)

Jumlah      link      ekternal yang berkaitan dengan universitas dan     seluruh sivitas akademiknya yang dapat diakses melalui mesin pencari di atas. 50
3 Rich Files

(Dokumen)

Ketersediaan dokumen-dokumen dari artikel akademik suatu universitas yang dapat diekstrak dari internet, baik dalam format: Word Document

(.doc); Adobe Acrobat (.pdf); Microsoft Power Point (.ppt) maupun Adobe Postcript (.ps).

15
4 Scholar (Pakar)  Paper atau karya ilmiah dan kutipan-kutipan yang ditemukan dalam Google Scholar. 15

World Class University Di Indonesia

Sejak akhir Januari 2006, Departemen Pendidikan Nasional telah membentuk Tim Gugus Tugas penetapan 10 Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia yang akan dipersiapkan sebagai universitas-universitas yang akan dikembangkan menjadi ‘universitas kelas dunia’ (world-class university). Pengembangan beberapa universitas kelas dunia di Indonesia dapat menjadi terobosan penting dalam rangka akselerasi dan peningkatan kualitas dan daya saing Perguruan Tinggi Indonesia vis-a-vis Perguruan Tinggi mancanegara.

Pengembangan sejumlah universitas menjadi world-class university sudah dilakukan di banyak negara Asia, khususnya di Korea Selatan, Cina, Singapura, dan bahkan Thailand. Dalam kunjungan yang diprakarsai Dubes RI untuk Thailand, Ibrahim Yusuf, dan Atdikbud Muhammad Huda baru-baru ini, Pemerintah Thailand sangat serius pula mengembangkan universitas-universitas mereka untuk mencapai standar internasional.

Melalui perencanaan yang serius dan matang serta didukung anggaran yang lebih daripada memadai, mulai muncul universitas-universitas kelas dunia di negara-negara tersebut, yang mampu bersaing di tingkat internasional. Kemunculan mereka bahkan dipandang ‘mengancam’ hegemoni Perguruan Tinggi di Eropa dan Amerika, yang selama ini sangat dominan; kekhawatiran mulai mencuat di kalangan mereka, bahwa jika mereka tidak melakukan langkah-langkah seperlunya, maka Perguruan Tinggi  mereka akan kehilangan competitive edge-nya.

Bukan rahasia lagi, tidak banyak Perguruan Tinggi Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional; bahkan untuk level nasional saja, sebagian besar belum memenuhi harapan. Banyak faktor penyebabnya sejak dari tradisi universitas yang relatif baru, hanya sejak masa pasca Kemedekaan Indonesia mulai memiliki universitas; pembiayaan yang minim; kualifikasi sumber daya dosen yang rendah; fasilitas yang tidak memadai; tidak ada atau kurangnya jaringan nasional dan internasional, dan sejumlah faktor lainnya lagi.

Tantangan ke depan Universitas Sebelas Maret dalam menghadapi persaingan global adalah kemampuan institusi menempatkan diri sejajar dengan universitas-universitas terkemuka di dunia.  Dalam rangka mencapai tujuan tersebut maka segenap sistem nilai yang menjadi kunci untuk mencapai tingkatan IPB sebagai universitas bertaraf internasional (world class university) harus dikembangkan dengan sungguh-sungguh, baik instrumen legal sampai terbentuknya budaya berkualitas global dari setiap komponen institut.

Beberapa kriteria world class university diantaranya adalah 40 % tenaga pendidik bergelar Ph.D, publikasi internasional 2 papers/staff/tahun, jumlah mahasiswa pasca 40% dari total populasi mahasiswa (student body), anggaran riset minimal US$ 1300/staff/tahun, jumlah mahasiswa asing lebih dari 20%, dan Information Communication Technology (ICT)  10 KB/mahasiswa.

Pentingnya Publicity (publikasi)

Dalam rangka mewujudkan ITS yang mendapatkan pengakuan internasional maka ITS harus melakukan publikasi dan kerjasama dengan berbagai pihak. Publicity (publikasi) adalah salah satu teknik yang sering digunakan dalam program PR (public relation). Karena akar berdirinya PR diawali oleh press agency. Dan, dalam kegiatannya press agency ini menggunakan teknik publikasi.

Publikasi disebut memiliki kekuatan sebanding dengan advertising atau promosi penjualan dan bentuk lain dari kegiatan public relation. Hal ini karena:

1. Publikasi memiliki kredibilitas yang tinggi, karena public dibantu memberikan penalaran secara objektif.

2. Publikasi sering kali diikuti pernyataan publik dengan melakukan sebuah pembenaran terhadap keunggulan yang dimiliki. Publikasi seperti ini biasanya muncul pada majalah produk seperti telepon genggam, motor atau kesehatan.

3. Publikasi memiliki kekuatan untuk menarik perhatian dari judul dan foto. Selain itu, publikasi dapat membangkitkan rasa ingin tahu, kebutuhan tersembunyi, dan mendorong publik untuk melakukan uji coba produk dan layanan.

Universitas Sebelas Maret (UNS) Menuju World Class University

Sebagaimana tclah discpakati. visi UNS adalah “Menjadi pusat pengembangan ilmu, teknologi. dan seni yang unggul di tingkat nasional dan Asia Pasific dengan berlandaskan nilaln ilai luhur budaya nasional”. Untuk mewujudkan visi tersebut pimpinan universitas tclah menctapkan arah pengembangan UNS, yaitu melalui “Learning University (LU)” menuju “World Qass University (WCU)” (Syamsulhadi. 2007).

Kcbijakan tcrscbut ternyata telah memantik tanggapan beragam dan warga kampus. terutama menyangkut istilah LU dan WCU. Ada pihak yang mendukung dengan kesadaran bahwa untuk unggul UNS mernang hams menuju ke sana (WCU). Namun ada scmentara pihak yang merasa skeptis dengan target menjadi WCU, yang barangkali karena kurang percaya din dengan kondisi UNS saat mi. Ada pihak yang dapat menerima kebijakan tersebut. walaupun masih diliputi kebingungan apa scbenarnya LU dan WCU itu. Ada juga pihak yang mendukung target menjadi WCU. tetapi mempertanyakan apakah dcngan LU status WCU dapat dicapai? Yang tcrakhir mi memiliki pandangan bahwa untuk wewujudkan WCU hams melalui “Research University” (RU), bukan LU.

Berbagai lembaga peranking WCU, antara lain adalah Tunes higher Education Supplement THES). Institute of higher Education of Shanghai Jiao 14 Tong (SJT) University, Newsweek Magazine, Webomnetrics, Proftssional Ranking of World Universities, dan lain-lain. Masing-masing lembaga memiliki tujuan. kriteria, dan metodologi perankingan yang berbeda-beda. Perbedaan kriteria dan metodologi tersebut seringkali mcnycbabkan universitas yang sama menempati urutan yang berbeda pada daftar ranking yang dikeluarkan olch lembaga yang berbeda. Satu contoh adalah Columbia University, pada tahun 2005 bcrdasarkan pcnilaian yang dilakukan olch SJTU mencmpati posisi kc tujuh tetapi menurut THES menempati urutan ke dua puluh. Fenomena seperti itu sampai saat mi masih menjadi kontroversi. terutama menyangkut status sebuah universitas scbagai WCU. Belum ada definisi yang jelas seperti apa sosok WCU itu yang sesungguhnya.

Dalam rapat kerja pimpinan UNS di Tawangmangu tanggal 8 September 2007 telah dipaparkan tentang pengertiannya dan beberapa lembaga peranking lengkap dengan
kriterianya. Sedangkan mengenai konsep LU baru dibicarakan sccara terbatas di forum Senat Universitas UNS. sebagai salah satu rancangan produk kebijakan dan kegiatan “policy study”
program I-MHERE (Mujiman, 2007). Dalam makalahnya beliau menguraikan secara garis besar konsep LU, baik dalam konteks organisasi. maupun dalam konsteks pembelajaran dengan produk lulusan. Untuk memperkaya wacana tentang LU, pada kesempatan mi diuraikan konsep LU dcngan lcbih menekankan pada perspcktif organisasi. Dalam hal mi organisasi tidak dipandang sebagai sebuah mesin yang mekanistik. namun dipandang sebagai sebuah enhitas hidup yang dijiwai olch perilaku personal pcndukungnya dalam berbagai aktivitas, baik sccara individual maupun kolektif.

Organisasi, Perkembangan Aktivitas, dan Dampaknya Bagi Universitas Sebelas Maret

Ketika sebuah organisasi harus berubah untuk menyesuaikan diri dengan tuntutan internal maupun eksternal, maka pada umumnya yang dilakukan adalah merubah isi, struktur, maupuii
mekanisme. Yang sering dilupakan adalah bahwa perubahan isi, stuktur dan mekanisme memerlukan perubahan cara berpikir (mind set) dan perilaku bagi para pelaksananya. Padahal cara berpikir dan perilaku para personal sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan tugas-tugas organisasi, yaitu isi organisasi dapat mengalir dengan baik di dalam
struktur yang ada scsuai dengan mckanismc yang ditctapkan. Dcngan demikian kunci perubahan sebuah organisasi adalah pada sikap dan perilaku para personal pendukungnya dalam beraktivitas.


ANALISIS

Peringkat UNS dalam skala Internasional (versi Webometrics)

Diantara beberapa lembaga pemeringkat Universitas dunia, saya memilih menganalisis menggunakan Webometrics, dikarenakan saya rasa pertimbangan metode dan intensitas Webometrics lebih sering digunakan. Lembaga pemeringkat universitas Webometrics telah melansir hasil pemeringkatan untuk sesi januari 2010 pada tanggal 11 februari 2010. Universitas sebelas maret dengan web nya : http://www.uns.ac.id (UNS) memasuki pelan tapi pasti ke level 1500 universitas besar dunia. Ada 2 catatan besar yang perlu dicermati. Pertama, jika dilihat trends ranking yang dimiliki UNS seperti pada grafik 1 dibawah maka bisa disimpulkan bahwa ada 3 kategori besar mutu universitas yaitu : Rank antara 5000 – 8000, Rank antara 1500 – 5000 dan Rank 1500 ke atas (atau 1000 besar top universitas dunia). Kedua, UNS sudah berhasil mendefinisikan/ membuktikan diri menjadi World Class University dan UNS sudah berhasil keluar dari persaingan di level 1500 – 5000. Saat ini UNS memasuki fase berikutnya yang nampak sekali bahwa persaingan akan semakin ketat. Ini terlihat dari kenaikan ranking yang diraih UNS pada sesi januari 2010 hanya 32 point.

Priode Size Visibility Rich Files Files Scholar Ranking
Juli 2008 2993 5851 4593 5693 4681
Januari 2009 1540 2227 3188 4099 2159
Juli 2009 1237 932 2882 3793 1617
Januari 2010 1336 1224 3070 2479 1585
Juli 2010 1408 1472 1736 2346 1520

Berikut disajikan juga Perkembangan Jumlah Tenaga Akademik Berdasarkan Jabatan Fungsional Universitas Sebelas Maret Tahun 2005 s.d 2010

PENUTUP

Data tersebut diatas menjadi pemacu bagi UNS untuk segera memunculkan sebuah perencanaan terpadu untuk menuju 1000 besar top universitas di dunia. Sampai saat ini, dari data ter-Update yang saya dapatkan, UNS memiliki sekitar 84 Guru besar dan 140 orang doctor. Data Publikasi Ilmiah dari dosen-dosen UNS sendiri berdasarkan data yang saya dapatkan di http://www.uns.ac.id/datainformasi/ sejumlah 1436 yang terbagi dalam katagori Publikasi Ilmiah, Dimuat dalam jurnal internasional, Nasional Akreditasi , Nasional , Prosiding dan Ilmiah Populer.

Hikmah bagi UNS yang dapat diambil dari hasil webometrics ini adalah munculnya ide-ide yang nantinya akan dijadikan program besar di UNS, diantaranya adalah :

  1. Membuat PRGS tentang penulisan dan publikasi ilmiah serta management pengarsipannya di level UNS, nasional dan international
  2. Memetakan produk riset civitas akademika UNS yang berupa tulisan, dan dari pemetaan ini diharapkan akan mengetahui seberapa besar tulisan warga UNS ini dari sisi kuantitas dan kualitas. Pada tahapan berikutnya, membuat direktori hasil riset yang sudah dipublikasi dan hasil riset yang belum dipublikasi. Pada tahapan ketiga, memacu publikasi ke level international jurnal dari hasil riset yang belum dipublikasikan. Dan pada tahap ke-4 adalah menampung semua tulisan di perpustakaannya UNS secara fisik maupun softfile dan kalau perlu membeli hak cipta risetnya untuk dipublikasi secara full teks melalui perpustakaan UNS.
  3. Menambah alokasi dana untuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat
  4. Mentrasnformasikan mainset atau cara berfikir SEBAGIAN masyarakat UNS yang belum menjadi bahagian masyarakat yang hidup diera informasi dengan mengandalkan prinsip – prinsip : Share, Mass Collaboration, Peering dan Act Globaly.

Sejak didirikan pada tahun 1976, Universitas Sebelas Maret (UNS) telah mengalami berbagai dinamika dalam perjalanannya menuju arah yang tepat. Saat ini kami sedang pemantapan dan percepatan prioritas program-program pengembangan pendidikan tinggi di UNS dalam rangka menuju World Class University dengan berlandaskan kepada 3 (tiga) issue utama pembangunan pendidikan, yakni :

– Pemerataan dan perluasan akses pendidikan

– Mutu, relevansi dan daya saing pendidikan

– Tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik.

Beberapa aspek yang perlu dibenahi Universitas Sebelas Maret diantaranya untuk mencapai world class university adalah:

i.            Menjunjung tinggi nilai-nilai ilmiah, etika dan estetika yakni apakah setiap unit menjunjung tinggi prinsip-prinsip kebenaran dan kejujuran ilmiah. Apakah UNS telah menjunjung tinggi bidang ilmu yang dikembangkan dan apakah tenaga pendidik dan unsur akademiknya telah jujur dengan bidang keilmuan yang ditekuninya sehingga misalnya: tidak terjadi illegal teaching;

ii.            Menjaga standar professional dan standar ilmiah yang tinggi secara berkelanjutan setingkat dengan universitas kelas dunia;

iii.            Tidak melakukan diskriminasi dalam pelaksanaan kegiatan akademik;

iv.            Menciptakan lingkungan belajar dan mengajar yang berkualitas dan bertaraf internasional;

v.            Mengembangkan dan menerapkan iptek pertanian yang bermanfaat bagi kesejahteraan bangsa dan seluruh umat manusia;

vi.            Menghormati hukum dan hak azasi manusia maupun tidak merusak lingkungan hidup serta membahayakan manusia dan tidak menggunakan binatang percobaan dengan sewenang-wenang.

vii.            Mampu menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan bertaraf internasional.

Dengan komitmen penuh, UNS mulai langkah awal menjadi Universitas yang mendapatkan pengakuan dunia (world class university).

Diambil dari tugas kuliah : Manajemen Perubahan Smester 5

2 thoughts on “UNS Go To World Class University

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s