Legenda Nyale dari pulau Lombok

Bau Nyale” atau kalau saya bantu terjemahin sih Bau=Mengambil, menangap, memetik, dan Nyale=Nama hewan sejenis cacing laut. Bau nyale sendiri adalah Tradisi yang sering dilakukkan oleh masyarakat pulau Lombok. Nyale tersebut seperti yang udah saya dijelaskan diatas, (kalo lupa ulang baca deh) adalah hewan kecil, yang nantinya ditangkap oleh masyarakat dan dapat dikonsumsi, dijadikan penyubur padi ataupun obat, tergantung percaya-nggaknya deh. Konon katanya sih Tradisi ini diambil dari suatu dongeng atau legenda masa lalu.

Menurut kebiasaan masyarakat dalam melakukan upacara ini dilaksanakan di Pantai Seger Kuta (Pantai selatan) ataupun tempat saya sering mengikuti sih di pantai selong belanak, konon cerita bahwa Seorang Raja bertahta disebuah Kerajaan bernama Kerajaan Tunjung Bitu dalam lontar (Buku dari daun lontar pada zaman mbahmu masih netek) tertulis dengan literatur Jejawen sebagai kerajaan Tonjeng Beru, Sang Raja memiliki seorang Putri cantiiiik jelita, cerdas dan bijak, yang pasti lebih dari pacarku lah!😀 Putri Raja itu bernama Putri Mandalika CuTez_ImoE+_Sl4luMeNun96u (haha, nama lengkapnya aku karang). kelebihan yang dimiliki Sang Putri Mandalika (nama aslinya) tersebar keseluruh kerajaan bahkan sampai di kerajaan seberang, diantara semua Raja-raja yang mengetahui adanya Putri yang sangat cantik di Kerajaan Tunjung Biru, akhirnya mereka memerintahkan Putra Mahkota masing-masing untuk meminang Putri Mandalika.

Saking arif atau saking (maaf) kurang pintarnya dan buijaknya Sang Putri, semua Putra Mahkota yang datang melamarnya disanggupi, diluar kesadaran Sang Putri (putrinya ngigok apa?), bahwa sikapnya itu sikap yang kurang baik dan akan menjadi siksaan bagi dirinya, coba bayangin kalo punya suami banyak, tiap malam seru nho.!😛 Sebagai seorang Putri Raja, Putri Mandalika memiliki prangai pendiam, sulit untuk mengutarakan permaslahan yang sedang dihadapinya, akhirnya semua tunangannya itu disanggupi pada tanggal dua puluh bulan sepuluh kalender Sasak, dimana pada waktu yang ditentukan Sang Putri tersebut adalah bulan-bulannya musim penghujan.

Tiba saatnya janji Sang Putri tersebut, sang putri harus menginterview dan menyeleksi para pelamar. Maka semua Putra Mahkota datang bersama pasukan pengawalnya dengan membawa harta lamaran masing-masing, tidak dapat dielakkan lagi pertempuran terjadi disepanjang jalan menuju Tonjeng Beru sebagai akibat dari janji kolektif yang diucapkan sang putri kepada semua calon suaminya (dari dulu cewek emang sumber masalah), hingga beritanya 5minggu jadi Hot Threat di kaskus, jadi Headline di KOran Tempo,!! Jhaha… Sang Putripun mendengar berita itu, Sang Putri semakin panik bahkan gusar sekali, akan terapi sang putri sama sekali nggak ngomong ke Abahnya (Raja), dia diaaaaaam saja memendam gundah gulana sementara hatinya sebenarnya hanya tertuju pada pemilik Blog ini. Jhaha..😀
Eeee,,, gag disangka-sangka keputusan yang diambil sang Putri dalam rangka mempertahankan konsistensinya, Sang Putri menceburkan dirinya kelaut yaitu tepatnya di pantai Kuta Seger, ketika SangPutri menceburkan dirinya ke laut itu, Putri Mandalika berpesan kepada segenap yang hadir lewat status facebooknya :

Wahai Kakanda-kakandaku yang sangat aku cintai dan kasihi, serta seluruh kalewarga Kerajaan Tonjeng Beru / Tunjung Biru aku ini telah melakukan kesalahan ( Nyalaq) karena semua kakanda-kakandaku adalah Satria yang gagah berani dan sakti mandraguna, disamping itu aku sangat mengasihi kalian sebagai kalawarga Tunjung Biru, jika aku diboyong oleh salah seorang kesatria yang ada ini, jelas akan timbul pertumpahan darah dan aku tidak akan bersama lagi dengan kalian, hal ini yang tidak dapat aku lakukan dan tidak akan pernah ada dihati dan pikiranku, sebagai seorang putri Raja yang konsekwen (Tindih) tidak akan pernah mengingkari janjinya, maka untuk memnuhi janji yang pernah aku ucapkan, maka aku akan menceburkan diri dilaut selatan ini, kelak pada tanggal 20 bulan 10 penanggalan Sasak, aku akan muncul dengan wujud lain agar semua orang tidak ada kecuai akan menikmati dan merasakan kehangatanku.

Hmm, kali ini keliatan banget yah boongnya, status FB gag bisa sepanjang itu,!! Sebenernya sih itu ucapan terakhir Sang Putri, pada saat itulah Sang Putri menceburkan dirinya kelaut, sebagai mana fatwa Sang Putri, hingga saat ini oleh masyarakat komunitas Pujut khususnya setiap tahun selalu merayakan pesta Bau Nyale sesuai dengan waktu yang telah ditentukan, oleh karena event ini tetap diselenggarakan oleh masyarakat bahkan juga dari luar Daerah juga ikut partisipasi, maka Pemda Kab. Lombok Tengah memperhatikan ini sebagai asset budaya yang setiap penyelenggaraannya telah menjadi koor event kegiatan budaya nasional. Dan cerita inipun diabadikan dalam bentuk patung Putri mandalika yang hendak terjun ke Laut. Patung itu terletak di Gapura memasuki kota praya, tepatnya di desa leneng. sayang aku nggak sempet Poto disana.😛

Kini, aku di kota solo mencari ilmu (sebenernya sih ngupil dan mlongok dikampus) melewatkan acara bau nyale tahun 2011 yang jatuh ketiban tangga pada sekitar tanggal 22 Februari.

E’eeee Tau nggaaaak Seeeeeyh Looow.!

Aku sedih😥

2 thoughts on “Legenda Nyale dari pulau Lombok

  1. Sungguh Mulia Putri Nyale waktu itu dia rela mengorbankan dirinya Agar semua orang yang menyukainya bisa menikmati dkehangatan dirinya….hehehe

    Akan tetapi Saya sebagai putra sasak cuman sekali ikut perayaan bau nyale pengen banget ikut perayaan setiap tahun akan tetapi perantauannku ke daerah2 lah membuat tak ikut akan tetapi lewat perantauanku saya memperkenalkan tradisi bau nyale ini agar mereka tahu bahwa lombok mempunyai seorang Putri yang tercantik sejagat Raya sehingga bisa memikay para pangerang2 se- lombok dan se-jawa..heheh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s