Facebook merusak Pertemanan (unfriend)

Jangan menghabiskan waktu terlalu lama di situs jejaring sosial, seperti Facebook. Agan2 bukan mendapat banyak teman, malah bisa kehilangan teman.

Peneliti menemukan seseorang yang berlama-lama mengakses Facebook cenderung sering mem-posting sesuatu yang tidak terlalu penting. kan tiap Orang tidak selalu mendapatkan atau mengalami hal-hal penting di kesehariannya. Sering kali kita (terutama mereka yang ABG) memposting hal-hal yang kontrovesial, memaki, mencela, atau hal-hal yang mendeskripsikan hal-hal negatif tentang diri kita.

hal yang sering terjadi yaitu

Hal ini yang justru akan membuat banyak orang menghapus kita dari daftar teman di facebook.

Selain mem-posting sesuatu yang tidak penting ada hal lain yang membuat seseorang dihapus dari daftar teman, yaitu selalu berkomentar soal agama dan politik. Hal ini diketahui dari penelitian yang dilakukan ilmuwan komputer, Christopher Sibona. Ia melakukan survei pada 1.500 pengguna Facebook dan Twitter untuk mengetahui fenomena ‘unfriend’ atau ngapus dari daftar teman.
Pernahkah terfikir mengapa Zuckerberg tidak menambahkan fitur “Dislike” atau “tidak suka” pada Facebook. (Dislike bisa kita tambahkan sendiri dengan aplikasi webbrowser). Yupz, karena pada dasarnya Facebook hanya sarana menjalin sillaturrahmi yang baik, dan sebisa mungkin kita (sebaiknya) memberikan komenta atau posting yang baik.
“Seratus posting tentang band favorit menjadi hal yang sangat tidak menarik. Banyak juga orang yang tidak ingin membahas agama serta politik dan itu juga berlaku secara online,” kata Christoper seperti dikutip dari Times Of India.

Posting yang tidak sopan seperti komentar kasar atau rasis adalah alasan lain seseorang dihapus dari daftar teman di Facebook. Penelitian tersebut menunjukkan sebanyak 57 persen relawan menghapus akun Facebook seseorang dalam daftar temannya. Lalu, sebanyak 26,9 persen untuk juga memasang status offline agar tidak diajak Chatting untuk menghindarinya.

Sibona, yang merupakan mahasiswa doktoral Universitas Colorado di AS, mengamati adanya semacam hirarki online dalam hubungan, yaitu yang dominan dan subordinat (lemah). Misalnya, seseorang yang mengajukan ‘friend request’ cenderung lebih mungkin akan dihapus dari daftar teman oleh seseorang. Lalu, mereka yang menghapus daftar teman cenderung lebih dominan dalam hubungan pertemanan di keseharian yang sebenarnya.

Sibona juga mengatakan berteman di Facebook sebenarnya ada aturan tersendiri. Ia menyebutnya sebagai etiket di internet dan mengistilahkannya sebagai ‘nettiquette’, yang jauh berbeda dari interaksi tatap muka.

So, buat yang kecanduan On-Line, kenapa nggak mencoba hal-hal baru,? Blogging, Kaskus, atau apalah selain Facebook.

Jika anda mendengar kata On-Line lalu menafsirkan itu sebagai Facebookan, maka… Yupz,, Anda maniak Facebook.!!

(so am i)

 

referensi: Vivanewsdotkom

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s