adat kawin (sambil) lari suku sasak/Lombok

Pertama2 maaf kalo ada yg kecewa karena isi catatan ini ternyata bukan artikel bokep seperti yang km sangka.
(kawin lari? Gimana caranya.? Emang Sambil dikejer Kamtib..!!)
.
Kami para suku sasak dalam meminang calon Istri emang menggunakan adat “nyulik” atau mbawa lari si cewek secara diam2 tanpa spengetahuan keluarga cewek.
haha,,, gag semua suku begitu kan??
dan uniknya lagi,
.
Hal tersebut konon memilikki filosofi dari leluhur kami yang saling mencintai namun terhalang kedua keluarga (macam cerita Romeo and Juliet).
.
Malam hari, sang gadis dilarikan, dan di sebok (sembunyikan) selama beberapa hari di rumah kerabat si cowok (menempatkan di rumah si cowok langsung adalah menyalahi adat).
Itulah alasan mengapa setelah maghrib orang tua melarang keras anaknya keluar rumah.
.
Saat sang Cewek dikembalikan, terpaksa mereka harus dinikahkan,!
Jika tidak, keluarga mereka akan jadi bahan gunjingan orang karena anak gadis mereka bersama lelaki berhari-hari, ditakutkan telah terjadi hal-hal yang (ehem… ehem….) ngerti lah…
.
Setelah itu, 5 kerabat (bukan orang tua) si cowok harus nyelabar (memberi tahu) pihak keluarga si cewek kalau putrinya telah diculik oleh anggota keluarganya dan mereka harus dinikahkan..
.
Sebelum nyelabar, 5 orang ne harus memberi tahu kliang (pemuka adat) tentang niat mereka.
.
Secara filosofi (lagi), zaman dahulu kala 5 orang ini harus merupakan orang yang kuat dan siap tempur bahkan mati kalau pihak keluarga cewek tak terima anaknya dilarikan oleh pemuda yang tak ia inginkan. Namun kini hal ini hanya untuk menjalankan prosesi adat, bahkan aku pernah lho ikut nyelabar..! n_n
.
Kini, hal tersebut telah membudaya dan malahan apabila cowok melamar baik-baik si cewek, mungkin saja keluarga si cewek akan tersinggung karena anaknya diminta seperti barang dan malah ngatai si cowok Tak tahu adat (tak sopan), bahkan ada rasa ksatria jika proses ini dilakoni dengan baik. Namun dalam proses pelarian, si Cowok gag boleh sendirian atau harus didampingi teman atau kerabat (bukan orang tua)nya..
.
Setelah semuanya kelar, selanjutnya (ne yang paling menarik) ada adat yang namanya nyongkolan dilakukan setelah mereka telah resmi jadi suami-istri.
.
Mempelai cowok beserta keluarga besarnya dengan diiringi gaungan alat musik adat yang suaranya naujubileh gedenya berjalan dari rumahnya ke rumah keluarga besan untuk menjemput mempelai cewek dari orangtuanya.
.
Beberapa meter sebelum rumah si cewek, rombongan mempelai cewek+keluarga telah menanti dan kedua keluarga besar tersebut kembali diarak keliling sepanjang jalan menuju kembali ke rumah mempelai wanita dan melakukan pengakraban kedua keluarga besar.
.
Hal tersebut sebenernya memiliki filosofi kalau para leluhur ingin menjaga Originalitas budaya dengan menikahkan anak mereka dengan orang yang dekat walaupun itu adalah saudara sepupu, sehingga tak terjadi kontaminasi budaya luar ke dalam suku.
.
Bayangkan saja kalau mempelai cowok rumahnya ratusan Kilometer dari mempelai cewek, keluarga lo sanggup jalan super jauh gag.??
.
Namun dengan berkembangnya alat transporasi, orang nyongkolan bisa dilakukan dengan iring2an motor atau kendaraan lainnya. Sehingga perkawinan suku sasak tak lagi terbatas antar tetangga atau suku.
.
Bahkan warga luar Lombok yang hendak mempersunting wanita bagsawan yang memiliki nama berawalan “Baiq” atau “Lale”, harus menjalani proses ngampuan atau menyatakan diri menjadi warga suku sasak dengan membayar sejumlah uang pada pihak kepala adat hingga ia mendapat embel-embel “Lalu” atau “Raden” di namanya.
Hal ini untuk mencegah anggapan kalau si cewek adalah anak “tketeh” atau dibuang dari keluarganya.
.
Karena pada masa dahulu para orang tua lebih mendambakan anak laki-laki daripada wanita, dan apabila anak ceweknya gag bisa dapet cowok dengan nama berawalan “Lalu” atau “Raden”, maka siCewek akan dengan senang hati di berikan pada siapapun yang ingin meminangnya.
.
System patrilinear mengakibatkan seorang “baiq” atau “lale” yang menikah dengan pemuda yang BUKAN “Lalu” atau “Raden”, maka anaknya tak dapat dinamai dengan nama bangsawan.
.
Kini suku sasak telah mengalami akulturasi besar-besaran, di beberapa daerah adat ini sudah kurang. Namun makin ke timur daerah lombok, adat ini semakin mengental.
.
Jadi, kalo mau ngawini cewek sasak, gag perlu sok acting bunuh diri macam jadi Romeo yang gag dikasih nikahin juliette.
Dah,!! Colong aja, Gampang tho,!!
^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s