Bersaing Di Pasar Luar Negri

Competting in Foreign Market

MENGAPA PERUSAHAAN MELAKUKAN EKSPANSI KEDALAM  PASAR  DUNIA

Alasan mengapa perusahaan melakukan ekspansi kedalam pasar dunia:

  1. Untuk  memasuki akses terhadap pelanggang-pelanggang baru, dengan alasan bahwa ekspansi ke dalam pasar dunia akan memberi potensi untuk meningkatkan pendapatan, laba dan pertumbuhan  jangka panjang, dan dapat  menjadi perusahaan domestik yang mapan.
  2. Untuk mencapai biaya rendah dan dan meningkatkan daya saing perusahaan.  Banyak perusahaan melakukan perluasan usaha karena pasar domestik dan industri mereka sudah terbatas, sehingga dengan demikian pada hakekatnya meningkatkan daya saing- perusahaan.
  3. Untuk mengkapitalisasi kompetensi utamanya. Sebuah perusahaan dapat memperluas kompetensi dan kapabilitasnya untuk posisi memperoleh keuntungan kompetetif dalam pasar luar negeri seperti pada pasar domestik.
  4. Untuk menyebar atau membagi risiko bisnisnya melalui perluasan pasar yang telah ada.


Perusahaan industri yang didasarkan pada sumber daya alam, seperti minyak dan gas. mineral, karet, dan kayu, sering beroperasi dalam area internasional karena beberapa perlengkapan bahan baku terletak di mancanegara.

PERBEDAAN ANTARA PERSAINGAN INTERNASIONAL DENGAN PERSAINGAN GLOBAL

Dalam persaingan internasional, secara tipikal, satu perusahaan akan mulai bersaing secara internasional dengan cara memasuki hanya satu atau mungkin memilih sedikit pasar asing. Sedang dalam persaingan global, meliputi persaingan terhadap banyak negara dibelahan dunia. Tapi hanya bisa dilakukan bagi perusahaan-perusahaan yang awalnya telah melakukan persaingan internasional dan perusahaan mempunyai posisi pasar nasional yang sangat kuat dengan pasar internasional dan memimpin para pesaing dalam berbagai negara.

PERBEDAAN-PERBEDAAN CROSS-COUNTRY DALAM BUDAYA,KEPENDUDUKAN, DAN KONDISI PASAR.

Suatu perusahaan termotivasi untuk memperluas pasarnya diluar pasar domestiknya dengan menggunakan strategi melalui suatu pendekatan situation- driven (pendekatan situasi), berdasarkan budaya, kependudukan dan kondisi pasar. Suatu produk yang cocok disuatu daerah belum tentu cocok dinegara lainnya, bisa disebabkan oleh budaya dan gaya hidup (lifestyles). Jadi produk yang ditawarkan disetiap negara harus disesuaikan dengan selera dan keinginan dari pembeli lokal. Hal tersebut menyebabkan pertumbuhan pasar bervariasi dari suatu negara dengan negara lain. Perbedaan-perbedaan yang terjadi dalam cross-country juga dapat ditemui dengan adanya variasi atau perbedaan dalam biaya-biaya distribusi dan biaya manufaktur. Hal ini dapat terjadi karena disetiap negara aktivitas-aktivitas produksi masing-masing perusahaan perbedaan. Untuk perusahaan yang berada dalam pasar domestik yang luas dengan aktivitas produksi yang besar tentunya biaya-biaya yang dikeluarkan juga besar, begitupun sebaliknya untuk perusahaan yang berada dinegara yang mempunyai pasar domestik yang sempit.

Potensi Keuntungan Lokal

Perbedaan dalam biaya produksi, produktivitas, inflasi, pajak dan peraturan pemerintah serta  kekayaan sumberdaya suatu negara akan menjadi pertimbangan bagi perusahaan global untuk melakukan kegiatan dan memperluas usahanya dibeberapa negara lainnya. Jadi suatu negara bisa jadi dapat dijadikan sebagai tempat produksi bukan untuk daerah pemasaran.

Risiko Perubahan Nilai Tukar Yang Merugikan

Suatu perusahaan global akan mendasarkan kegiatan bisnisnya (produksi, penyimpanan dan pemasaran) pada pertimbangan perubahan-perubahan  nilai tukar disuatu negara, untuk menghindari risiko-risiko kerugian karena  melemah dan menguatnya nilai tukar yang tidak stabil. (volatile of exchange rate).

Fluktuasi nilai tukar menimbulkan risiko signifikan terhadap daya saing perusahaan di pasar luar negeri. Eksportir di saat mata uang negara di mana barang diproduksi tumbuh lebih lemah, dan mereka kehilangan ketika mata uang tumbuh kuat. perusahaan domestik di bawah tekanan dari impor lebih rendah-biaya yang diuntungkan ketika mata uang pemerintah mereka tumbuh lebih lemah dalam kaitannya dengan negara-negara di mana barang impor dibuat.

Kebijakan-Kebijakan Pemerintah

jika peraturan-peraturan pemerintah mudah berubah-ubah tidak melindungi dunia usaha, anti perusahaan asing atau pembatasan-pembatasan perdagangan luar negeri dapat mempersulit dalam usaha memperluas usaha.

KONSEP PERSAINGAN MULTICOUNTRY DAN PERSAINGAN GLOBAL.

Persaingan multicountry yang mana terdapat banyak jenis cross-country dalam pasarnya dan perusahaan bersaing untuk memimpin persaingan pasar diantara para pesaing dalam satu negara secara terbuka dan terhadap negara lainnya. Karakteristik atau gambaran dalam persaingan Multicountry adalah sebagai berikut :

  1. Pembeli diberbagai negara yang berbeda tertarik pada atribut-atribut produk yang berbeda.
  2. Penjual bervariasi dari negara ke negara.
  3. Kondisi industri dan kekuatan persaingan di tiap pasar nasional berbeda.

Dalam persaingan pasar global, harga-harga dan kondisi-kondisi persaingan pasar lintas negara (cross-country) mempunyai hubungan yang sangat kuat sehingga membentuk pasar dunia dalam arti yang sebenarnya. Adapun beberapa karakteristik atau gambaran dalam persaingan global adalah sebagai berikut :

  1. Kondisi persaingan dalam pasar cross-country mempunyai hubungan yang kuat didalam beberapa pesaing dalam pasar yang sama.
  2. Posisi persaingan suatu perusahaan dalam satu negara dipengaruhi oleh posisi negara lainnya.
  3. Keunggulan bersaing didasarkan suatu perusahaan yang mempunyai operasi yang luas dan berskala global.

PEMILIHAN STRATEGI UNTUK MEMASUKI PASAR PERSAINGAN LUAR NEGERI

Cara pemilihannya:

  1. Pertahankan (satu negara) barang nasional basis produksi dan ekspor ke pasar luar negeri, baik menggunakan saluran distribusi ke depan perusahaan yang dimiliki atau dikendalikan asing.
  2. Lisensi asing untuk menggunakan teknologi perusahaan guna memproduksi dan mendistribusikan produk-produk perusahaan.
  3. Menggunakan strategi waralaba.
  4. Ikuti strategi yang di pakai oleh banyak negara, berbagai pendekatan strategis perusahaan (mungkin sedikit, mungkin banyak) dari negara ke negara sesuai dengan kondisi lokal dan berbeda selera dan preferensi pembeli.
  5. Ikuti strategi global, dengan menggunakan pendekatan dasarnya strategi yang sama kompetitif di semua pasar negara di mana perusahaan memiliki suatu kehadiran.
  6. Gunakan aliansi strategis atau usaha patungan dengan perusahaan asing sebagai kendaraan utama memasuki pasar luar negeri.

Ada beberapa strategi dasar bagi perusahaan untuk memasuki pasar luar negeri:

1.  Export Strategy

Mempertahankan produksi berbasis nasional dan mengekspor barang-barang ke pasar luar negeri dengan menggunakan jalur pengawasan distribusi. Dengan memakai pabrik dalam negeri (domestik) sebagai suatu basis produksi untuk mengekspor barang-barang keluar negeri adalah suatu strategi yang terbaik untuk mengejar penjualan internasional. Keuntungan dari strategi ekspor ini antara lain meminimumkan risiko dan peryaratan modal dan meminimumkan investasi secara langsung di negara-negara asing. Suatu strategi ekspor mudah diserang jika biaya-biaya manufaktur di negara asal lebih besar daripada di negara-negara asing ketika pesaing-pesaing mempunyai pabrik, selain itu juga melibatkan biaya shipping yang tinggi serta fluktuasi yang merugikan dan pertukaran nilai tukar mata uang. Strategi ekspor rentan ketika biaya produksi (1) di dalam negeri jauh lebih tinggi daripada di negara-negara asing di mana saingan memiliki tanaman, (2) biaya pengiriman produk ke pasar luar negeri jauh relatif tinggi, atau (3) pergeseran buruk terjadi pada nilai tukar mata uang.

2.  Licensing Strategy

Strategi ini dilakukan jika perusahaan mempunyai kemampuan secara teknis tetapi tidak mempunyai kemampuan secara internasional untuk memasuki pasar luar negeri dan adanya keinginan untuk menghindari risiko pada saat mengirimkan atau memasukkan sumberdaya ke pasar yang mana tidak lazim, kondisi politik yang mudah berubah dan ketidakstabilan ekonomi.

3. Franchising Strategy

Strategi ini dilakukan oleh perusahaan jasa dan retail yang melakukan ekspansi global. Keuntungan strategi ini antara lain franchises membawa serta biaya-biaya dan risiko dalam menetapkan lokasi/tempat aktivitasnya dan juga franchisor hanya melakukan pengeluaran untuk rekruitmen sumberdaya manusia, pelatihan. Kerugiannya adalah bahwa franchisor harus selalu menjaga kualitas dari produk tersebut. waralaba asing tidak selalu menunjukkan komitmen yang kuat untuk konsistensi dan standarisasi terutama ketika budaya lokal tidak menekankan kondisi sama masalah kualitas.Sementara lisensi bekerja dengan baik untuk memproduksi dan pemilik teknologi eksklusif, waralaba sering lebih sesuai dengan upaya ekspansi global bertahan dan perusahaan ritel.

Strategi Multicountry atau Strategi Global?

Strategi Multicountry ini perusahaan mengikuti strategi perusahaan-perusahaan negara lainnya, dengan memvariasikan pendekatan strategi perusahaan sesuai kondisi lokal.

Dalam strategi global perusahaan menggunakan pendekatan strategi yang sama dengan perusahaan lainnya dimana perusahan itu sudah ada yang melibatkan koordinasi strategi secara global dan penjualan dilakukan dalam jumlah yang banyak dan jika tidak semua, maka negara berada pada suatu pasar yang penting. Dalam strategi ini aktivitas atau pekerjaan terbaik terjadi ketika persyaratan atau keperluan produk dan pembeli/konsumen sama antara negara yang satu dengan yang lainnya.

Perbedaan Multicountry Strategy dengan Global Strategy dapat digambarkan sebagai berikut:

Gambar 1 : How a Multicountry Strategy Differ from a Global Strategi

Multicountry strategy:

  1. Mengkhususkan pendekatan-pendekatan persaingan perusahaan sesuai kebutuhan terhadap keadaan-keadaan bisnis dan pasar yang sudah pasti dimasing-masing negara-sangat merespon kondisi-kondisi lokal.
  2. Menjual versi produk yang berbeda-beda dalam negara yang berbeda dengan nama merek yang berbeda, menyesuikan atribut produk untuk menetapkan  selera pembeli dan keinginan pembeli setiap Negara
  3. Menyebar pabrik  melintasi banyak negara dengan memproduksi jenis-jenis produk untuk pasar lokal.
  4. Menyukai menggunakan suplayer local (karena beberapa sumber-sumber  lokal diwajibkan oleh pemerintah setempat)
  5. Menyesuaikan pemasaran dan distribusi produknya untuk budaya dan pelanggang local.
  6. Jika memungkinkan, mentransfer beberapa kompetensi dan kapabilitas dari negara ke negara.
  7. Memberikan seorang  country manager (manajer disuatu negara) kesempatan dengan leluasa membuat strategi secara otonomi sesuai kemampuannya.

Global Strategy:

  1. Mengikuti strategi  persaingan utama yang sama diseluruh dunia (low cost, differentiation, best cost, focust differentiation) dengan tanggung jawab minimal untuk kondisi lokal.
  2. Menjual produk yang sama dibawa merek dagang yang sama diseluruh dunia
  3. Menempatkan pabrik pada basis keuntungan lokasi maksimum, biasanya didalam negara dimana biaya produksi paling rendah tetapi bisa jadi shipping costnya tinggi atau lokasi lain memiliki keunggulan yang dominan.
  4. Menggunakan suppliers  yang terbaik dari mana saja diseluruh dunia.
  5. Mengkordinasi pemasaran dan distribusi produknya di seluruh dunia; melakukan penyesuaian kecil dimana dibutuhkan untuk negara local
  6. Bersaing dengan basis teknologi, kompetensi dan kapabilitas yang sama diseluruh dunia;
  7. Mengkoordinasi keputusan strategi yang utama diseluruh dunia, dengan mengharapkan manager lokal mengikuti (atau berada dekat dengan) strategi global.

TIGA CARA BAGI PERUSAHAAN MENDAPATKAN KEUNGGULAN BERSAING DALAM PASAR DUNIA

1. Using location to build competitive advantage.

Perusahaan cenderung mengkonsentrasikan aktivitas mereka dalam sejumlah lokasi yang terbatas disebabkan alasan sebagai berikut:

  • Ketika biaya manufaktur atau pabrikasi dan biaya aktivitas lainnya secara signifikan lebih rendah dibeberapa lokasi geografi dibanding yang lainnya.
  • Ketiika  terdapat skala ekonomi secara signifikan.
  • Ketika terdapat suatu tempat pembelajaran yang bermanfaat untuk meningkatkan tampilan suatu aktivitasnya dalam suatu lokasi.
  • Ketika lokasi tertentu mempunyai sumberdaya yang berlebihan

Perusahaan memilih untuk menyebar aktivitas ke berbagai lokasi.

Beberapa instansi ketika melakukan penyebaran aktivitas perusahaan mereka merasa kurang menguntungkan dibanding mengonsentrasikan aktivitas mereka. Hal ini berarti secara fisik pemilihan lokasi merupakan cara perusahaan untuk menunjukkan kemampuan aktivitas perusahaan pada pasar di tiap negara dimana perusahaan secara global mempunyai pelanggan dengan kapasitas besar.

2.  Using cross border transfer of competencies and capabilities to build competitive advantage.

Salah satu cara terbaik untuk perusahaan yang memiliki kompetensi nilai dan kekuatan sumberdaya yang baik untuk menjaga keuntungan kompetitif adalah dengan menggunakan pertimbangan kekuatan sumberdaya perusahaan tersebut untuk memasuki pasar  tambahan pada suatu negara.

Perusahaan yang memiliki kekuatan sumberdaya tertentu merupakan bukti kuat  bahwa perusahaan tersebut sukses berkompetisi dalam memasuki pasar negara baru. Transfer kompetensi (kapabilitas secara spesifik), kapabilitas (kemampuan secara umum), dan kekuatan sumberdaya dari satu negara ke negara lain berkontribusi untuk pembangunan dengan kompetensi dan kapabilitas yang lebih luas. Transfer kemampuan kompetitif membantu perusahaan mencapai pendominasian secara mendalam pada nilai area kompetitif.

Pendominasian pada nilai kapabilitas kompetitif, sumberdaya, atau aktivitas rantai nilai adalah dasar kuat untuk keuntungan kompetitif yang berkelanjutan lebih dari pasar multinasional atau kompetitor global, dan terutama kompetitor pasar domestik.

3.  Using cross border coordination to build competitive advantage.

Koordinasi aktivitas perusahaan lintas negara yang berbeda berkontribusi untuk mencapai keuntungan kompetitif yang berkelanjutan dengan beberapa cara yang berbeda – beda untuk mempertahankan keunggulan kompetetif mereka. Menyatukan aktivitas-aktivitas untuk mendapatkan keunggulan bersaing tersebut dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain :

  • Pesaing global dan multinasional dapat memilih dimana dan bagaimana menantang pesaing mereka.
  • Perubahan produksi dari satu lokasi ke lokasi lainnya untuk mendapatkan biaya yang menguntungkan atau kondisi perdagangan atau tingkat pertukaran.
  • Menggunakan teknologi internet untuk mengumpulkan beberapa ide untuk produk baru atau pengembangan produk dan menentukan yang mana produk yang dapat distandarisasi.

PROFIT SANCTUARIES, CROSS –MARKET SUBSIDIZATION, AND GLOBAL STRATEGI OFFENSIVES

Profit sanctuaries adalah pasar-pasar negara dimana suatu perusahaan mendapat profit yang besar (substantial) disebabkan karena posisi pasarnya kuat dan dilindungi.

Contoh, Jepang adalah suatu profit sanctuary untuk sebagian besar perusahaannya sebab pemerintah jepang membuat rintangan (memblok) atau melarang secara efektif perusahaan-perusahaan asing memulai bersaing untuk suatu bagian atau pangsa pasar yang besar terhadap penjualan suatu produk dijepang. Perlindungan dari ancaman pesaing asing dalam pasar dalam negeri mereka, perusahaan-perusahaan jepang dapat menuntut bayaran dengan harga yang agak tinggi  untuk pelanggang mereka dan dengan demikian mendapatkan profit besar yang menarik atas penjualan buatan jepang.

Perusahaan besar yang melindungi keuntungan sanctuaris mempunyai keuntungan kompetitif yang lebih besar dibanding perusahaan yang tidak melindungi keuntungan sanctuarisnya. Perusahaan yang memiliki banyak keuntungan sanctuaris,  mempunyai keuntungan kompetitif yang lebih besar dibanding perusahaan yang hanya memiliki satu keuntungan sanctuaris.

Fig. 7.3:  Keuntungan potensial sanctuaris dari Domestic-Only, Internasional, and Kompetitor Global

Menggunakan Cross-Market Subsidization untuk Suatu Strategis Offensive

Profit sanctuaries adalah nilai aset yang kompetitif, menyediakan kekuatan finansial untuk mendukung strategi penyerangan dalam memilih pasar negara dan sebagai penggerak perusahaan untuk memimpin pasar global.

Nilai tambah kemampuan keuangan  yang dihasilkan melalui berbagai profit sanctuaries memberikan pesaing suatu pasar global atau multicountry  kekuatan keuangan untuk membayar upah suatu serangan pasar lbagi suatu pesaing domestik yang hanya mempunyai profit sanctuaries pada pasar dalam negerinya. Cross-Market Subsidization melibatkan dukungan bersaing dalam satu pasar dengan sumberdaya atau profit yang dialihkan dari operasi-operasi pasar lainnya. Kekuatan bersaing merupakan hasil dari kemampuan perusahaan global untuk menggambarkan sumberdaya dan profit dalam pasar negara lain untuk meningkatkan serangan pada pasar tunggal (single-markets) atau pesaing satu negara dan mencoba untuk membujuk konsumen mereka dengan memberikan harga yang rendah, memberikan diskon, meningkatkan periklanan dan taktik serangan (offensive) lainnya.

Strategi Penyerangan yang Tepat untuk Bersaing pada Pasar Asing

Terdapat tiga tipe kondisi dari strategi penyerangan yang dipakai perusahaan untuk berkompetisi di pasar asing:

  1. Mengadakan serangan secara langsung. Tujuan dari dilakukannya serangan secara langsung ini adalah menahan bagian utama dari pangsa pasar sehingga mengakibatkan pesaing akan mundur, selain itu serangan secara langsung ini dapat dilakukan dengan melakukan pemotongan harga, memperbesar pengeluaran dalam kegiatan pemasaran, biaya iklan dan promosi serta usaha untuk mendapatkan keuntungan pada satu atau lebih jalur distribusi.
  2. Mempertahankan (Contest). Dalam jenis strategi ini lebih rumit dan lebih difokuskan daripada serangan secara langsung. Dalam strategi ini memfokuskan pada segmen pasar tertentu yang tidak pantas untuk kemampuan defenders  yang mana penyerang mempunyai produk baru.
  3. Serangan Pura-pura (Feint). Strategi ini lebih didesain atau dibentuk untuk mengalihkan perhatian defenders dari penyerang utama.

STRATEGI ALIANSI DAN JOINT VENTURE DENGAN PARTNERS LUAR NEGERI

Aliansi, joint venture dan bentuk kerjasama yang lain dengan perusahaan-perusahaan asing banyak dilakukan oleh perusahaan domestik karena ada potensi untuk masuk ke pasar luar negeri atau untuk memperkuat kekuatan persaingan di pasar global. Contohnya perusahaan-perusahaan di Jepang dan Amerika yang aktif membentuk aliansi dengan perusahaan di benua Eropa untuk memperkuat kemampuan mereka dan ingin menempati peran penting. Strategi aliansi efektif dalam membangun kesempatan baru, bukan untuk mempertahankan atau memimpin pasar global. Sehingga tujuan dari perusahaan melakukan strategi aliansi ini adalah untuk menghasilkan penelitian gabungan, sharing (berbagi) teknologi, dapat digunakan perusahaan untuk bergabung dalam menggunakan fasilitas-fasilitas produksi atau distribusi dan sebagai sarana untuk memasarkan satu produk lainnya. Keuntungan dari dilakukannya strategi aliansi adalah :

  1. Mendapatkan keuntungan skala ekonomi dalam produksi dan pemasaran.
  2. Dapat menghilangkan kesenjangan dalam keahlian dan pengetahuan secara teknis dalam pasar lokal.
  3. Berbagi fasilitas distribusi dan jaringan dealer.
  4. Semangat dalam bersaing dimasa depan untuk mengalahkan bersama para pesaing.
  5. Mendapatkan keuntungan dari partner pasar lokal dan hubungan kerja dengan pemerintah pusat.
  6. Menggunakan secara maksimal perjanjian keuntungan dalam standar teknis yang penting.

Selain keuntungan dari dilakukannya strategi aliansi, dalam pelaksanaannya sering terjadi kesulitan, antara lain :

  1. Adanya maksud dan tujuan yang saling bertentangan.
  2. Menghabiskan waktu dan adanya pengambilan keputusan yang lambat.
  3. Halangan bahasa dan budaya
  4. Ketidakpercayaan atau kecurigaan ketika bekerja sama dalam daerah yang peka terhadap persaingan.
  5. Adanya pertentangan pribadi dan budaya perusahaan
  6. Bergantung pada perusahaan lainnya dalam jangka panjang.

Melakukan aliansi yang paling strategik dengan partner luar negeri

Lima faktor untuk melakukan aliansi:

  1. Pemilihan partner yang bagus. Satu good partner tidak hanya memiliki keinginan keahlian dan kesanggupan serta kemampuan tetapi juga membagi visi tentang tujuan aliansi. Pengalaman menunjukkan bahwa secara umum, menghidari suatu partner dimana memiliki potensi yang kuat untuk bersaing secara langsung disebabkan mempunyai produk yang overlapping   atau konflik kepentingan lainnya.
  2. Menerima adanya perbedaan budaya. Tanpa  pihak luar menunjukkan rasa respek terhadap praktek bisnis dan budaya lokal, tidak mungkin menimbulkan adanya  hubungan kerja yan produktif.
  3. Mengakui bahwa aliansi harus  menguntungkan kedua belah pihak.
  4. Menjamin bahwa keduanya bertindak sesuai dengan komitmen bersama.
  5. Proses struktur pengambilan keputusan dapat dilakukan dengan cepat jika dibutuhkan
  6. Mengatur proses pembelajaran, menyesuaikan perjanjian aliansi sesuai dengan keadaan-keadaan atau masalah-masalah baru.

STRATEGI YANG COCOK DIGUNAKAN DALAM PASAR GLOBAL

Perusahaan-perusahaan berlomba untuk memimpin pasar global harus menyadari persaingan dengan munculnya pasar baru separti Cina, India, Brasil, Indonesia, and Mexico, dan negara-negara lain yang mempertimbangkan risiko bisnis. Contohnya, Coca-cola telah meramalkan bahwa $2 milyar untuk investasi di Cina, India, dan Indonesia yang mana bersama-sama memegang 40 persen populasi dunia dapat menghasilkan penjualan di negara-negara itu berlipat ganda setiap tiga tahun di masa depan

Karakteristik persaingan dari munculnya pasar luar negeri adalah menyesuaikan produk seringkali melibatkan pembuatan melebihi perubahan produk yang kecil dan menjadi lebih sesuai dengan budaya lokal, perusahaan menarik perhatian pembeli dengan harga yang murah dan produk yang lebih baik, produk didesain dan dikemas secara khusus yang mungkin dibutuhkan untuk menyesuaikan keadaan-keadaan pasar lokal, tim manajemen harus selalu terdiri dari gabungan manajer lokal dan asing.

Strategi Untuk Perusahaan-Perusahaan Lokal Dalam Emerging Markets

Apakah pilihan-pilihan strategi yang akan digunakan perusahaan-perusahaan lokal untuk tetap bertahan? Dalam hal ini pendekatan strategi optimal yang dapat digunakan tergantung dari

1.      apakah asset kompetitif suatu perusahaan hanya sesuai untuk pasar dalam negeri atau dapat ditransfer atau dipindahkan ke luar negeri

2.       apakah tekanan-tekanan industry untuk pergerakan kompetisi global dimasa depan adalah kuat atau lemah.

Pilihan-pilihan strategi untuk perusahaan lokal dalam bersaing dengan perusahaan-perusahaan global dapat digambarkan sebagai berikut :

12 thoughts on “Bersaing Di Pasar Luar Negri

  1. Ketika membicarakan potensi besar pasar Indonesia, orang merujuk pada jumlah pelangan Indonesia yang sangat besar, yaitu 220 juta jiwa. Sayangnya, orang sering lupa bahwa di balik jumlah yang sangat besar tersimpan tentangan sangat besar, terutama kalau mengingat bagian terbesar pelangan Indonesia berada di bagian bawah piramida (penduduk miskin-peny) Dengan daya beli yang tidak begitu menjanjikan, tidak mengherankan bila tidak banyak perusahaan yang serius menggarap pasar menengah-bawah di Indonesia.

  2. Ping-balik: Bersaing Di Pasar Luar Negri | colorfull story

  3. Ping-balik: PENGENALAN ENTRY AND EXPANSION DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERKEMBANGAN PERTUMBUHAN PEREKONOMIAN (by. ANDI PURBA) Karya Ilmiah | andypurba72

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s